Wajahbaru Gedung Harmonie Kota Pasuruan di malam hari. (Foto: Istimewa) Covid-19 Melandai, Alun-alun Kota Pasuruan Segera Dibuka. Advertisement. 11 Maret 10:19 WIB . Pasuruan Kota Madinah. Bu Fatma Modernisasi Konsep KRPL Pasuruan dengan Urban Farming. Advertisement. Berita Terbaru.
KBRN Pasuruan : Pemerintah Kota Pasuruan serius dalam mengembangkan Wisata Religi di Kawasan Alun-alun. Diantaranya, para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitaran alun-alun mulai direlokasi hari ini. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengaku, pihaknya
PolresMadiun ā Kapolres Madiun Ajun Komisaris Besar (AKBP) Anton Prasetyo melalui personel Polsek Mejayan Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU)
MALANG Tiga pemuda di Kota Malang ditangkap polisi. Mereka dibekuk setelah video aksi kejatannya viral di media sosial . Dari ketiga pelaku, satu di antaranya masih berusia 17 tahun atau di bawah umur. Sementara dua pelaku lainnya yakni Sahid (20) dan Luki Saputra (21) keduanya warga Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Denganmenginap di Horison Pasuruan di kota Pasuruan, Anda akan berada hanya 15 menit dengan berkendara dari Alun Alun Bangil dan Alun Alun Pasuruan. Hotel ini berada 1,9 mi (3 km) dari Taman Kota dan 18,4 mi (29,6 km) dari Finna Golf and Country Club.Manfaatkan sarana rekreasi seperti kolam renang outdoor atau nikmati pemandangan di teras dan
Terletakdi Pasuruan, hotel ini berjarak 1,8 km dari Alun Alun Pasuruan dan 2,5 km dari Taman Kota. Alun Alun Bangil berjarak 13,7 km. - Pesan melalui simpan di Horison Pasuruan - CHSE Certified in Pasuruan, . Bebas Biaya Pembatalan!
PenghujungTahun, Alun-alun Ngawi Tutup JSN Admin Jumat, 31 Desember 2021 | Desember 31, 2021 WIB Last Updated
Fasilitasyang bisa kamu nikmati antara lain restoran, kolam renang, hingga Wi-Fi. Tak hanya itu, hotel ini juga dekat dengan beberapa tempat, seperti Rumah Makan Kurnia, Alun-alun Pasuruan, dan Stasiun Rejoso. Lokasi: Jalan Ahmad Yani Nomor 45-47, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Harga: Rp500-600 ribu
Pengendarakini harus memutar jika melintasi alun-alun Pasuruan, terutama di depan masjid Jamik Al Anwar.Jakarta International Stadium (JIS) , Minggu (24/7/2022).Metro 4 jam lalu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Riza Patria mengungkapkan ada empat kawasan yang rencananya akan menjadi tempat relokasi kegiatan Citayam Fashion Week.Citayam Fashion
Entemencari tempat gaul di Pasuruan malam hari? Jika You kesulitan untuk mengunjungi Rumah Makan Cairo Bangil di alamat Jl. Alun-Alun Barat, Kersikan, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur 67153, Indonesia, Bos bisa menggunakan GPS untuk mengakses koordinat lokasi Rumah Makan Cairo Bangil yaitu -7.59912,112.7872. Ente cukup buka handphone Ente lalu
Spidermandi pos pelayanan natal dan tahun baru di alun-alun Kota Pasuruan menjadi daya tarik bagi masyarakat yang melihatnya. siang dan malam 2 personel, Banser juga 3 kali rolling dengan sekali ship 3 personel, untuk senkom 3 kali rolling dimana untuk yang pagi 1 personel siang dan malam 2 personel. 2 hari ago. Pos-pos Terbaru. Kereta
Menurutpantauan TribunBanten.com, Rabu malam, tempat parkir dipadati roda dua. Bahkan, sempat terjadi kemacetan saat menuju lokasi. Baca juga: Begini Suasana Alun-alun Rangkasbitung Lebak saat Malam Takbiran Idul Fitri 2021. Warga berdatangan untuk menikmati suasana malam takbiran di alun-alun sambil menyulutkan kembang api.
Haripertama pelaksanaan Operasi Patuh Kayan 2022 di Alun-Alun Nunukan, Senin (13/6/2022) kemarin, belasan motor diamankan Polres Nunukan. "Patroli hunting dan patroli malam hari untuk antisipasi hal lain yang tidak diinginkan. Kita antisipasi pengendara bawa Sajam, narkoba, dan lainnya yang berbahaya untuk keselamatan diri dan orang banyak
LaporanWartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi. TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sejumlah pertunjukan kesenian yang merupakan rangkaian Hari Jadi ke-653 Cirebon bakal digelar di Alun-alun Sangkala Buana.. Bahkan, panggung seni di alun-alun yang berada di depan Keraton Kasepuhan tersebut dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut dari mulai 29 -
KBRN Malang : Pagar tembok Taman Alun-Alun Tugu Kota Malang depan Kantor Balaikota dan Gedung Dewan kembali rusak karena ditabrak mobil doubel cabin pada Rabu (8/6/2022) dini hari. Atas kejadian ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Wahyu Setianto meminta agar pagar taman Alun-Alun Tugu yang tertabrak kendaraan roda empat ini
BfO9HkK.
BILA menilik sejarahnya, alun-alun sangat mungkin sudah ada sejak zaman pra kolonial. Tepatnya semasa kepulauan Nusantara masih terkotak-kotak dalam bentuk kerajaan. Dan, Alun-alun Kota Pasuruan juga sangat mungkin sudah melalui tiga masa sekaligus prakolonial, kolonial, dan pascakolonial. Konon, dulunya alun-alun menjadi tempat yang paling penting dalam suatu daerah. Yang utama, difungsikan menjadi pusat latihan perang bala pasukan kerajaan. Karenanya, bentuk alun-alun pada masa itu sangat berbeda dengan sekarang. Hanya sebuah lahan lapang yang berada di pusat pemerintahan. Namun, memang tidak ada literatur yang secara khusus menceritakan kondisi Alun-alun Kota Pasuruan pada masa itu. Baru pada masa kekuasaan Bupati Pasuruan Nitiadiningrat I, di sebelah barat alun-alun itu dibangun Masjid Agung Al-Anwar. Masjid itu dibangun oleh Mbah Slagah atas permintaan Nitiadiningrat I. RAMAH WARGA Alun-alun Kota Pasuruan sekarang menjadi tempat wisata yang nyaman bagi wisatawan maupun warga kota sendiri. Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo Selepas itu, alun-alun menjadi kawasan ruang sipil. Terkadang menjadi tempat diselenggarakannya sayembara. Sesekali juga menjadi tempat upacara perayaan bagi masyarakat. Bahkan, pemerhati sejarah Budiman Suharjono menyebut pada 1929, alun-alun sudah menjadi pusat keramaian. Saat itu digelar pasar malam yang dinamakan Pasar Malem Tiong Hwa Hwee Kwan. Ć¢ā¬ĀKemungkinan berlokasi di Alun-Alun Kota Pasuruan karena desain pintu gerbangnya sangat mirip dengan desain yang ada di alun-alun,Ć¢ā¬Ā kata Budiman. BILA menilik sejarahnya, alun-alun sangat mungkin sudah ada sejak zaman pra kolonial. Tepatnya semasa kepulauan Nusantara masih terkotak-kotak dalam bentuk kerajaan. Dan, Alun-alun Kota Pasuruan juga sangat mungkin sudah melalui tiga masa sekaligus prakolonial, kolonial, dan pascakolonial. Konon, dulunya alun-alun menjadi tempat yang paling penting dalam suatu daerah. Yang utama, difungsikan menjadi pusat latihan perang bala pasukan kerajaan. Karenanya, bentuk alun-alun pada masa itu sangat berbeda dengan sekarang. Hanya sebuah lahan lapang yang berada di pusat pemerintahan. Namun, memang tidak ada literatur yang secara khusus menceritakan kondisi Alun-alun Kota Pasuruan pada masa itu. Baru pada masa kekuasaan Bupati Pasuruan Nitiadiningrat I, di sebelah barat alun-alun itu dibangun Masjid Agung Al-Anwar. Masjid itu dibangun oleh Mbah Slagah atas permintaan Nitiadiningrat I. RAMAH WARGA Alun-alun Kota Pasuruan sekarang menjadi tempat wisata yang nyaman bagi wisatawan maupun warga kota sendiri. Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo Selepas itu, alun-alun menjadi kawasan ruang sipil. Terkadang menjadi tempat diselenggarakannya sayembara. Sesekali juga menjadi tempat upacara perayaan bagi masyarakat. Bahkan, pemerhati sejarah Budiman Suharjono menyebut pada 1929, alun-alun sudah menjadi pusat keramaian. Saat itu digelar pasar malam yang dinamakan Pasar Malem Tiong Hwa Hwee Kwan. Ć¢ā¬ĀKemungkinan berlokasi di Alun-Alun Kota Pasuruan karena desain pintu gerbangnya sangat mirip dengan desain yang ada di alun-alun,Ć¢ā¬Ā kata Budiman. Artikel Terkait
Masjid Jami' Al Anwar, hasil potretan saya Setiap kota / kabupaten pastinya memiliki Masjid Jamiā dalam bahasa Arab, kata Jamiā itu sendiri berarti umumā atau publikā. Masjid Jamiā biasanya berukuran besar dan seringkali disebut Masjid Agung. Letaknya kebanyakan berada di pusat kota karena memang fungsinya yang dipergunakan untuk khalayak ramai. Masjid Jamiā sangatlah terkenal, bahkan menjadi simbol tersendiri untuk suatu daerah. Kalau di kota saya, Pasuruan, Masjid Jamiā Al Anwar namanya. potret dari kim Letak Masjid Jamiā Al Anwar Kota Pasuruan berada di tengah kota, di depan alun-alun. Tepatnya di antara Jalan Niaga dan Jalan Nusantara. Kedua jalan ini merupakan pusatnya pertokoan, mau cari apa saja ada di toko-toko di kedua jalan ini. Pun pusatnya hiburan warga. Keberadaan Masjid Jamiā Al Anwar layaknya memberi peringatan bahwa sesibuk apapun urusan duniawi bekerja, belanja dan bersenang-senang jangan sampai lalai ibadah kepada Allah. potret dari atas, ambil dari infopasuruan Masjid terbesar ini berada di daerah yang didiami oleh keturunan Arab dan Cina, namun keduanya hidup berdampingan dengan damai. Kebanyakan para pemilik toko di sekitar masjid adalah keturunan Cina, sedangkan keturunan Arab mendiami perumahan di sekitar masjid, yang biasanya ada di belakang toko. Ada juga beberapa keturunan Arab yang punya toko baju, minyak wangi dan kitab / buku-buku Islami. Mengapa banyak pendatang? Karena dulunya zaman penjajahan Belanda Pasuruan adalah pusat perdagangan dan pusat kota kemudian didiami oleh kedua keturunan tersebut. denah lokasi masjid Sejarah dan Keistimewaan Masjid bercorak Timur tengah ini dibangun sekitar 5 abad lalu oleh Adipati Nitiadiningrat I, Bupati Pasuruan kala itu. Dulunya di masa pemerintahan Belanda, kota dan kabupaten Pasuruan memang menjadi satu pemerintahan, maka tak heran apabila hingga kini masih ada beberapa perkantoran Kabupaten Pasuruan yang berada di Kota Pasuruan. Nah, pembangunan masjid ini dibantu oleh Kyai Hasan Sanusi atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Slagah, salah satu tokoh pejuang Islam di Pasuruan. Kota Pasuruan yang dikenal sebagai kota santri, memiliki banyak Pondok Pesantren. Salah satu yang terkenal ialah Pondok Pesantren Salafiyah yang berada di Jalan Jawa, area belakang Masjid Jamiā Al Anwar Pasuruan. Maka jangan heran apabila di Pasuruan banyak ditemukan lelaki bersarung dan berpeci putih, walau bukan di jam ibadah ataupun di hari besar Islam. Warga Pasuruan menjunjung tinggi syariat Islam, sangat tunduk pada Kyai, bahkan pada yang telah wafat sekalipun. diambil dari kalender, potret para Habib dan walikota Pasuruan pojok kiri Makam tokoh legenda seperti Mbah Slagah yang berada di sebelah stadion Untung Suropati Kota Pasuruan sekitar 3 Km dari alun-alun, seringkali dikunjungi para peziarah. Apalagi makam Kyai Hamid, guru besar pondok Salafiyah, yang berada di area makam belakang Masjid Jamiā Al Anwar. Peziarahnya bukan saja dari dalam kota, kebanyakan dari kabupaten dan bahkan kota-kota lain di dalam dan luar Jawa Timur. Bagi peziarah, Kyai Hamid layaknya para wali sejati, berkharisma besar. Beliaulah tiang penyangga masyarakat, saka guru moralitas. Semasa hidupnya, Beliau adalah teladan, panutan, dan dipuja dimana-mana walaupun secara pribadi Beliau tidak suka bahkan marah jika ada orang yang mengkultuskannya. Selain kedua tokoh tersebut, ada juga makam Habib Jaāfar As-Segaf, salah satu wali terkemuka Pasuruan yang juga guru spritual Kyai Hamid. Hingga kini keturunan Kyai As-Segaf rutin mengadakan pengajian di malam Rabu Reboan, di malam Jumat legi dan pada Minggu pagi. Kemudian masih ada banyak makam yang sering dikunjungi peziarah, seperti makam Syekh Ahmad Qusyairi bin Shiddiq, Kiai Nitiadiningrat I sampai Kiai Nitiadiningrat IV generasi Bupati Pasuruan atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Pasuruan dengan sebutan Mbah Surga-Surgi, dan beberapa ulama lainnya. Itulah sebabnya masjid ini menjadi salah satu tujuan wajib bagi para peziarah yang datang dari berbagai daerah, bahkan termasuk salah satu tujuan wisata religi bagi para peziarah Wali Songo. Keistimewaan masjid seluas 3000 m2 yang dibangun di atas tanah seluas 3600 m2 itu membuat komplek Masjid Jamiā Al Anwar tidak pernah sepi sepanjang siang dan malam, khususnya pada bulan Ramadhan. Apalagi karena juga adanya kegiatan pengajian rutin, penentram hati setiap insan. Masjid ini telah beberapa kali mengalami pemugaran, namun tidak sedikitpun merusak keindahannya. Kebanyakan ornamennya adalah kaligrafi Arab dalam bentuk-geometris, dan hampir semua ornamen di dinding masjid ini masih asli seperti sejak saat didirikannya. Sayangnya untuk sholat di sana, para wanita menempati area yang menurut saya sangatlah kecil. Letaknya di sebelah utara, dengan tempat wudhu di lantai 1 dan sholatnya di lantai 2. Para wanita dilarang masuk dan menikmati keindahan di dalam masjid, tempat para pria sholat. Yaaa seperti prinsip pondok Shalafiyah, pria dan wanita harus terpisah, karenanya ada juga mushola khusus wanita yang letaknya di selatan masjid. Jadi, mohon maaf kalau saya tidak menampilkan potret ornamen di dalam masjid, hanya bisa tulis ceritanya saja. denah masjid Yang ada di sekitar masjid - Alun-alun Saya pernah menulis tentang Wisata Murah Pasuruan yang salah satu tempatnya adalah di alun-alun Kota Pasuruan. Kebetulan masjid Jamiā dan alun-alun berhadapan, seperti pada aturan Jawa kalau di depan alun-alun sebagai pusat kegiatan masyarakat, harus ada masjidnya. Untuk masuk ke alun-alun yang asri tanpa tiket masuk, gratis tis dan bisa sepuasnya menikmati segala fasilitas di sana. Pengunjung alun-alun adalah para peziarah yang usai sholat di masjid dan berdoa di makam para wali di area makam belakang masjid, serta penduduk lokal yang mengajak para buah hati berekreasi. pintu masuk dari arah timur pintu barat langsung merah ke masjid tugu alun-alun di malam hari Saya sekeluarga sering main di alun-alun. Letaknya strategis, mau apa saja dan melakukan apa saja selama positif bisa. Di sana banyak permainan yang bisa dicoba. Untuk yang membawa permainan sendiri seperti bola sepak, voli, bulu tangkis, mobil-mobilan, sepeda bisa dimainkan di area alun-alun yang luas. Ada juga persewaan scooter dan mobil-mobilan anak. Pun becak gowes dengan lampu warna-warni yang disewakan Rp dan bisa dinikmati oleh 4 ā 6 orang dewasa. Mau yang lebih murah? Ada kereta kelinci yang membawa kita berkeliling sampai pelabuhan Kota Pasuruan. - Pusat Pertokoan Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, Masjid Jamiā Al Anwar Kota Pasuruan dikelilingi oleh pertokoan. Ada toko kain, baju, makanan-minuman, alat-alat rumah tangga, buku, kantor pos dan sebagainya. Salah satu toko kain yang terkenal namanya Pasifik, Mama saya hobi belanja di sana, murah sih. Kalau toko alat rumah tangga namanya Piala, ada banyak diskon juga. Kalau saya sukanya main ke Giant, salah satu market yang berada di kawasan Mall Poncol. Sekedar informasi, nih. Dulunya mall di Kota Pasuruan bentuknya horizontal, yakni toko-toko sepanjang jalan Niaga dan jalan Nusantara. Ada juga pertokoan yang mengitari alun-alun, kawasan tersebut namanya Poncol. Kemudian sekitar tahun 2005, ada pergusuran pedagang kaki lima. Mereka yang berjualan mengitari alun-alun kemudian dipindahkan ke ruko setinggi 3 lantai, yang kemudian dinamakan Mall Poncol. Letaknya di selatan masjid. Nah, didepan Mall Poncol kemudian didirikan Giant, market pertama yang terkece di kota ini. - Makanan Ketika siang hari, pedagang makanan di sekitar masjid hanyalah warung-warung kecil penyedia nasi bungkus. Untuk camilannya hanya ada bakso, bipang dan cilok pentol yang lebih banyak tepung kanjinya dibanding daging sapinya. Saya rasa bipang adalah oleh-oleh yang wajib dibawa oleh para pendatang. Harganya murah meriah, hanya Rp sudah dapat setumpuk bipang. Oiya, bipang ini rasanya sangat legit. Terbuat dari beras yang dikembangkan seperti pop corn, lau ada gula cair yang menyatukan butiran-butiran kembangan-beras dan melekat menjadi balok. Renyah, manis, enak! salah satu bipang Pasuruan, mereknya Jangkar inilah sang bipang saya makan bipang, kamu? Nah, kalau malam, suasananya berubah. Mau makan apa saja tersedia! Syaratnya harus berada di atas jam 9 malam, ketika para Satpom PP meninggalkan kawasan masjid Jamiā. Ada pedagang penjual nasi goreng, mi goreng, lontong kupang, tahu campur, warung kopi dan masih banyak lagi. Makanan yang paling disuka Mama saya namanya lontong kupang. Mungkin daerah lain di Jawa Timur juga memiliki makanan serupa, namun Lontong Kupang Pasuruan memiliki rasa yang khas. Terbuat dari petis yang berbeda dengan lainnya karena rasnaya yang manis asin, dan kuahnya yang bening namun tanpa rasa amis. Harganya hanya Rp sudah plus 3 tusuk sate kerang juga. Jangan lupa minum degan usai menyantapnya yaaa... setidaknya bisa mengurangi kolesterol. kupang kesukaan Mama sate kerang kesukaan saya tanpa cabai Cara Tempuh Letak Masjid Jamiā Al Anwar yang berada di tengah kota memudahkan bagi para pelancong untuk mengunjunginya. Bagi mereka yang melakukan perjalanan dari Kota Surabaya dengan naik bus umum, bisa turun di Kumala, sebelum terminal lama. Dari Kumala, menyebrang jalan ke arah selatan dan jalan kaki sekitar 300 meter. Bagi yang melakukan perjalanan menggunakan bus pariwisata, harap memarkir busnya di Parkir Wisata yang letaknya di terminal lama Kota Pasuruan. Dari Parkir Wisata, pelancong bisa berjalan kaki ke arah barat, jaraknya sekitar 700 meter. Lebih enak sih naik becak wisata, bisa hingga 3 orang kalau bdannya tidak terlalu besar dan bayar hanya Rp kalau bisa nego. Naik angkot juga boleh, pilih yang jurusan E1, D1, atau D3. Bayarnya hanya Rp per orang. Nanti bilang ke Pak Sopir, āTurun Masjid Jamiā ya, Pak...ā Kalau yang naik mobil pribadi atau motor, boleh memarkir kendaraannya di sekitar alun-alun. Paling bagus sih di seberang masjid, sebab uang parkirnya Rp untuk mobil dan Rp untuk motor disumbangkan untuk pembangunan masjid. Nah, itu tadi sekelumit seputar Masjid Jamiā Al Anwar Kota Pasuruan. Silakan berkunjung ke sini, ya... Saya tunggu loh!
PASURUAN, Radar Bromo ā Operasi wajah Alun-alun Kota Pasuruan belum tuntas sepenuhnya. Pemkot Pasuruan merencanakan proyek lanjutan revitalisasi kawasan tersebut. Hanya saja, sentuhan yang akan dilakukan di tahun kedua ini tidak sebesar tahun lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan, pekerjaan lanjutan kali ini akan menyempurnakan revitalisasi alun-alun yang sudah dimulai tahun lalu. Mengingat sentuhan terhadap kawasan yang dibuat wisata religi terintegrasi itu memang direncanakan secara menyeluruh. Sejauh ini, Rizal mengklaim sudah banyak perubahan wajah alun-alun. Ć¢ā¬ÅTahun lalu memang pekerjaan mayornya. Sekarang tinggal melanjutkan saja untuk menyempurnakan yang belum tersentuh,Ć¢ā¬Ā bebernya. Dalam proyek lanjutan nanti, lanjut Rizal, pihaknya akan fokus pada tugu yang berada tepat di tengah alun-alun. Mengingat bangunan itu merupakan ikon yang statusnya adalah cagar budaya. Sehingga harus tetap dipertahankan dan selalu dirawat. Ć¢ā¬ÅKemarin hanya berupa pengecatan saja mengikuti konsep alun-alun secara umum. Ke depan Kami akan coba membuat agar tugu itu semakin menarik perhatian pengunjung,Ć¢ā¬Ā ujarnya. Misalnya dengan menambahkan lampu sorot yang memancar setinggi bangunan tugu. Dengan begitu, obyek cagar budaya tersebut bisa tampak indah sekalipun di malam hari. Di samping itu, dengan anggaran sekitar Rp 750 juta, revitalisasi lanjutan di alun-alun juga untuk melengkapi sarana penunjang. Ć¢ā¬ÅTermasuk yang ingin kami sediakan di sana adalah sumber penyiraman taman,Ć¢ā¬Ā terang Rizal. PASURUAN, Radar Bromo ā Operasi wajah Alun-alun Kota Pasuruan belum tuntas sepenuhnya. Pemkot Pasuruan merencanakan proyek lanjutan revitalisasi kawasan tersebut. Hanya saja, sentuhan yang akan dilakukan di tahun kedua ini tidak sebesar tahun lalu. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan Kota Pasuruan Samsul Rizal mengatakan, pekerjaan lanjutan kali ini akan menyempurnakan revitalisasi alun-alun yang sudah dimulai tahun lalu. Mengingat sentuhan terhadap kawasan yang dibuat wisata religi terintegrasi itu memang direncanakan secara menyeluruh. Sejauh ini, Rizal mengklaim sudah banyak perubahan wajah alun-alun. Ć¢ā¬ÅTahun lalu memang pekerjaan mayornya. Sekarang tinggal melanjutkan saja untuk menyempurnakan yang belum tersentuh,Ć¢ā¬Ā bebernya. Dalam proyek lanjutan nanti, lanjut Rizal, pihaknya akan fokus pada tugu yang berada tepat di tengah alun-alun. Mengingat bangunan itu merupakan ikon yang statusnya adalah cagar budaya. Sehingga harus tetap dipertahankan dan selalu dirawat. Ć¢ā¬ÅKemarin hanya berupa pengecatan saja mengikuti konsep alun-alun secara umum. Ke depan Kami akan coba membuat agar tugu itu semakin menarik perhatian pengunjung,Ć¢ā¬Ā ujarnya. Misalnya dengan menambahkan lampu sorot yang memancar setinggi bangunan tugu. Dengan begitu, obyek cagar budaya tersebut bisa tampak indah sekalipun di malam hari. Di samping itu, dengan anggaran sekitar Rp 750 juta, revitalisasi lanjutan di alun-alun juga untuk melengkapi sarana penunjang. Ć¢ā¬ÅTermasuk yang ingin kami sediakan di sana adalah sumber penyiraman taman,Ć¢ā¬Ā terang Rizal. Artikel Terkait
alun alun pasuruan malam hari